
Trailer coming soon.
Di setiap langkahnya, dunia menuntut kompromi. Bahkan, kesetiaan bisa berubah menjadi ilusi dalam sekejap. Ia tahu ketika ia berjalan di garis tipis antara hidup dan mati, ancaman bisa datang kapan saja. Di antara papan dan senapan, Mongisidi berjalan di dunia yang dikuasai tangan asing. Papan tulis berubah menjadi medan tempur, kapur menjadi debu sejarah, dan tangan yang dahulu menulis kini belajar menggenggam senjata. Tatkala Belanda datang, ia memilih bergabung dengan laskar. Merebut senjata tanpa menumpahkan darah. Berperang gerilya hingga malam menutup medan pertempuran. Kebebasan selalu punya harga, dan ia membayarnya dengan nyawanya sendiri.
Tercatat, Robert Wolter Mongisidi.
Pada 23 Januari, seluruh siswa satu kelas melaksanakan latihan atau runthrough drama secara lebih serius…
Pada tanggal 21 Januari, saya bersama anggota dekor kembali berkumpul di kos Nicole untuk memperbaiki…
Pada tanggal 19 Januari, hari Senin setelah pulang sekolah, kami melanjutkan tugas dari hari sebelumnya…
Pada tanggal 16 Januari, yang bertepatan dengan hari Jumat, mendekati akhir minggu dan rasa lelah…
Pada tanggal 15 Januari, setelah pulang sekolah, kami berkumpul dan tetap berada di ruang kelas…