
Trailer coming soon.
Di setiap langkahnya, dunia menuntut kompromi. Bahkan, kesetiaan bisa berubah menjadi ilusi dalam sekejap. Ia tahu ketika ia berjalan di garis tipis antara hidup dan mati, ancaman bisa datang kapan saja. Di antara papan dan senapan, Mongisidi berjalan di dunia yang dikuasai tangan asing. Papan tulis berubah menjadi medan tempur, kapur menjadi debu sejarah, dan tangan yang dahulu menulis kini belajar menggenggam senjata. Tatkala Belanda datang, ia memilih bergabung dengan laskar. Merebut senjata tanpa menumpahkan darah. Berperang gerilya hingga malam menutup medan pertempuran. Kebebasan selalu punya harga, dan ia membayarnya dengan nyawanya sendiri.
Tercatat, Robert Wolter Mongisidi.
Pada tanggal 13 & 14 Januari 2026, saya latihan ulang lagi bagian 2, 4, dan…
Latihan bersama terakhir di bangsal, Run Trough semua scene
Latihan khusus aktor di Kost Tandyo. Scriptreading dan mengingat kembali detail-detail adegan.
Latihan bersama di Francis room dengan properti dan lighting yang lumayan terstruktur, Latihan sebagai Yusuf…
Latihan Adegan 3-akhir & Run trough all scene di V-hall.