
Trailer coming soon.
Di setiap langkahnya, dunia menuntut kompromi. Bahkan, kesetiaan bisa berubah menjadi ilusi dalam sekejap. Ia tahu ketika ia berjalan di garis tipis antara hidup dan mati, ancaman bisa datang kapan saja. Di antara papan dan senapan, Mongisidi berjalan di dunia yang dikuasai tangan asing. Papan tulis berubah menjadi medan tempur, kapur menjadi debu sejarah, dan tangan yang dahulu menulis kini belajar menggenggam senjata. Tatkala Belanda datang, ia memilih bergabung dengan laskar. Merebut senjata tanpa menumpahkan darah. Berperang gerilya hingga malam menutup medan pertempuran. Kebebasan selalu punya harga, dan ia membayarnya dengan nyawanya sendiri.
Tercatat, Robert Wolter Mongisidi.
14 Januari merupakan hari terakhir kami untuk latihan bersama pada jam pelajaran minggu ini. Pada…
Pada 13 Januari, kami sekelas melakukan latihan bersama di francis room. Pada hari itu merupakan…
Pada tanggal 12 Januari, saya dan teman-teman saya melakukan latihan di vincentius hall. Hari itu…
Pada 7 Januari 2026, saya bersama dengan teman teman divisi choreo melakukan latihan pertama kali…
Untuk hari ini, latihan bersamanya dilakukan di Francis Room pada jam pelajaran ke-7 dan ke-8.…