
Trailer coming soon.
Di setiap langkahnya, dunia menuntut kompromi. Bahkan, kesetiaan bisa berubah menjadi ilusi dalam sekejap. Ia tahu ketika ia berjalan di garis tipis antara hidup dan mati, ancaman bisa datang kapan saja. Di antara papan dan senapan, Mongisidi berjalan di dunia yang dikuasai tangan asing. Papan tulis berubah menjadi medan tempur, kapur menjadi debu sejarah, dan tangan yang dahulu menulis kini belajar menggenggam senjata. Tatkala Belanda datang, ia memilih bergabung dengan laskar. Merebut senjata tanpa menumpahkan darah. Berperang gerilya hingga malam menutup medan pertempuran. Kebebasan selalu punya harga, dan ia membayarnya dengan nyawanya sendiri.
Tercatat, Robert Wolter Mongisidi.
saya hari ini latihan dengan tim untuk mengsinkronisasikan sound effect, background, pemeran, dan lighting dan…
saya melanjutkan membuat penjara lagi di francis room bersama teman-teman
saya membantu untuk memasang pipa yang nantinya yang akan jadi penjara.
hari ini saya dan tim saya melakukan latihan sinkronisasi yang ke3 kalinya bersama dengan tim…
Perdana saya melakukan semua peran sampai akhir, mesikpun banyak salah dan banyak misscom tetapi saya…