
Trailer coming soon.
Di setiap langkahnya, dunia menuntut kompromi. Bahkan, kesetiaan bisa berubah menjadi ilusi dalam sekejap. Ia tahu ketika ia berjalan di garis tipis antara hidup dan mati, ancaman bisa datang kapan saja. Di antara papan dan senapan, Mongisidi berjalan di dunia yang dikuasai tangan asing. Papan tulis berubah menjadi medan tempur, kapur menjadi debu sejarah, dan tangan yang dahulu menulis kini belajar menggenggam senjata. Tatkala Belanda datang, ia memilih bergabung dengan laskar. Merebut senjata tanpa menumpahkan darah. Berperang gerilya hingga malam menutup medan pertempuran. Kebebasan selalu punya harga, dan ia membayarnya dengan nyawanya sendiri.
Tercatat, Robert Wolter Mongisidi.
8 Januari – Awal Pendalaman Hari pertama script reading terasa penuh antusias sekaligus gugup. Sebagai…
Pada hari ini kami melakukan perekaman trailer di PTPN kota lama bersama. Sepanjang hari kami…
Pada tanggal 30 Januari 2026, kelas kami melakukan photoshoot and shooting video untuk trailer. Kami…
Selama latihan kali ini, kami lebih banyak memperbaiki gerakan-gerakan dan dialog para pemeran. Saya melatih…
Sebelum latihan di Rumah Kevin, beberapa dari kami menyempatkan diri untuk ke Rumah Axelle dahulu…