
Trailer coming soon.
Di setiap langkahnya, dunia menuntut kompromi. Bahkan, kesetiaan bisa berubah menjadi ilusi dalam sekejap. Ia tahu ketika ia berjalan di garis tipis antara hidup dan mati, ancaman bisa datang kapan saja. Di antara papan dan senapan, Mongisidi berjalan di dunia yang dikuasai tangan asing. Papan tulis berubah menjadi medan tempur, kapur menjadi debu sejarah, dan tangan yang dahulu menulis kini belajar menggenggam senjata. Tatkala Belanda datang, ia memilih bergabung dengan laskar. Merebut senjata tanpa menumpahkan darah. Berperang gerilya hingga malam menutup medan pertempuran. Kebebasan selalu punya harga, dan ia membayarnya dengan nyawanya sendiri.
Tercatat, Robert Wolter Mongisidi.
Tanggal 6 desmber 2025, kami latihan uprak di rumah kevin lagi, dan saya membantu pembuatan…
Pada tanggal 16 Desember 2025, kami bersama sama melakukan gladi kotor di bangsal, agar pembina…
Pada tanggal 10 Desember 2025, saya datang kerumah Kevin untuk bersama sama membangun penajra dari…
Pada hari ini, kelas kami melakukan syuting trailer untuk UPRAK umum. Kami melakukan syuting trailer…
Pada latihan kali ini, kami melangsungkan latihan di Vision Studio, Marvell City yang saya booking…