
Trailer coming soon.
Di setiap langkahnya, dunia menuntut kompromi. Bahkan, kesetiaan bisa berubah menjadi ilusi dalam sekejap. Ia tahu ketika ia berjalan di garis tipis antara hidup dan mati, ancaman bisa datang kapan saja. Di antara papan dan senapan, Mongisidi berjalan di dunia yang dikuasai tangan asing. Papan tulis berubah menjadi medan tempur, kapur menjadi debu sejarah, dan tangan yang dahulu menulis kini belajar menggenggam senjata. Tatkala Belanda datang, ia memilih bergabung dengan laskar. Merebut senjata tanpa menumpahkan darah. Berperang gerilya hingga malam menutup medan pertempuran. Kebebasan selalu punya harga, dan ia membayarnya dengan nyawanya sendiri.
Tercatat, Robert Wolter Mongisidi.
Hari ini, saya mencoba mengunggah postingan untuk coming soon di Instagram uprak kami. Namun, salah…
Mulai pukul 21.00 hingga 22.30 WIB, saya dan teman-teman Sie Makeup dan Costumes mendiskusikan perihal…
Pada hari ini, saya membantu Sie Dekorasi untuk mempilox kertas-kertas menjadi berwarna merah. Kertas-kertas ini…
Satu hari ini kami fokuskan pada kesalahan-kesalahan kami selama tiga hari ini berlatih di ruangan…
Hari ini menjadi hari terakhir kami latihan bersama di ruangan besar untuk minggu ini. Kami…