
Trailer coming soon.
Di setiap langkahnya, dunia menuntut kompromi. Bahkan, kesetiaan bisa berubah menjadi ilusi dalam sekejap. Ia tahu ketika ia berjalan di garis tipis antara hidup dan mati, ancaman bisa datang kapan saja. Di antara papan dan senapan, Mongisidi berjalan di dunia yang dikuasai tangan asing. Papan tulis berubah menjadi medan tempur, kapur menjadi debu sejarah, dan tangan yang dahulu menulis kini belajar menggenggam senjata. Tatkala Belanda datang, ia memilih bergabung dengan laskar. Merebut senjata tanpa menumpahkan darah. Berperang gerilya hingga malam menutup medan pertempuran. Kebebasan selalu punya harga, dan ia membayarnya dengan nyawanya sendiri.
Tercatat, Robert Wolter Mongisidi.
Pada hari itu, kami pergi untuk shooting trailer di tempat pertama, disitu saya makeup pemeran…
Hari ini kami lebih banyak berlatih drama. Kami melakukan reka ulang adegan-adegan yang kami revisi,…
Pada hari itu, saya memastikan semua costume telah didapatkan baik yang beli maupun sewa, serta…
15 Januari – Latihan & Properti Hari ini saya menjalani latihan pemeran sekaligus membantu persiapan…
14 Januari – Adaptasi Ruang Latihan di Bangsal Lazaris memberi tantangan baru karena ruangnya berbeda.…